Home / Luwu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Warga Saronda Tutup Jalan, DPRD Luwu dan DLH Ditantang Turun: Kompensasi Dipertanyakan, Debu dan Drainase Jadi Keluhan

Luwu, liputanluwunews.com — Keresahan masyarakat terhadap aktivitas pekerjaan yang melibatkan PT Masmindo Dwi Area (MDA) dan PLN kembali mencuat. Kali ini, sejumlah warga Desa Saronda, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, memilih menutup sementara akses jalan pada Jumat sore, 28 Agustus 2026, sebagai bentuk protes atas sejumlah persoalan yang mereka keluhkan.

Warga menyebut penutupan jalan tersebut dilakukan karena berbagai keluhan yang mereka sampaikan dinilai belum mendapatkan penyelesaian. Salah satu persoalan yang dipertanyakan adalah kompensasi yang disebut pernah dijanjikan kepada masyarakat, namun hingga kini belum terealisasi.

Selain persoalan kompensasi, warga mengeluhkan debu yang ditimbulkan aktivitas pekerjaan, kebisingan, serta tumpukan material yang berada di sekitar badan jalan.

Dampak debu disebut cukup mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

“Tadi pak kami salat Jumat, kok jidat kami penuh debu,” keluh salah seorang warga saat menyampaikan kondisi yang mereka alami.

Menurut warga, debu tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang tinggal di sekitar jalur aktivitas pekerjaan.

Baca Juga:  Seleksi Terbuka JPT Pratama, 14 Pejabat Ikuti Assessment

Disiram Malah Becek, Warga Minta Jalan Ditangani

Warga meminta pihak pelaksana tidak sekadar melakukan penyiraman ketika debu muncul. Mereka berharap dilakukan pengerukan, pembersihan material, serta penanganan kondisi jalan secara menyeluruh.

Pasalnya, penyiraman yang dilakukan tanpa penanganan kondisi permukaan jalan dinilai dapat membuat badan jalan menjadi becek dan licin.

Kondisi tersebut, menurut warga, justru berpotensi membahayakan pengguna jalan dan dapat memicu kecelakaan.

“Kalau disiram, memang debunya berkurang. Tapi jalan jadi becek. Kami khawatir pengguna jalan bisa tergelincir atau mengalami kecelakaan,” ungkap warga.

Drainase Rusak dan Tertutup Material

Persoalan lain yang menjadi sorotan masyarakat adalah kondisi badan jalan dan saluran drainase.

Warga menyebut aktivitas penggalian dan pekerjaan di sekitar jalan berdampak terhadap sejumlah bagian drainase. Bahkan, terdapat saluran air yang disebut tertutup material sehingga dikhawatirkan menghambat aliran air.

Baca Juga:  Peringatan Hardiknas 2026 di Luwu: Bupati Patahudding Tekankan Pendidikan yang Memuliakan Manusia

Masyarakat juga menilai kondisi badan jalan perlu segera dipulihkan setelah adanya aktivitas pekerjaan.

Bagi warga, persoalan tersebut bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan fasilitas umum yang digunakan masyarakat setiap hari.

DPRD Luwu dan DLH Diminta Turun ke Lapangan

Atas berbagai keluhan tersebut, masyarakat Desa Saronda berharap Komisi III DPRD Kabupaten Luwu tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat, tetapi turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang sebenarnya.

Warga juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu melakukan pengecekan terhadap dampak lingkungan dari aktivitas pekerjaan, khususnya terkait debu, kebisingan, kondisi jalan, serta drainase.

“Kami selaku masyarakat Saronda sangat berharap Komisi III DPRD Luwu turun tangan dan pihak terkait, termasuk DLH Luwu, bisa turun melihat langsung kondisi kami,” ujar warga.

Warga Mengaku Sudah Menegur MDA dan PLN

Baca Juga:  Latsar CPNS Luwu Hadirkan Inovasi MASSIPA’NA, Ubah Sampah Organik Jadi Pupuk Cair Bernilai Manfaat

Masyarakat mengaku telah menyampaikan teguran kepada pihak PT Masmindo Dwi Area (MDA) dan PLN terkait keluhan yang mereka rasakan.

Namun, warga berharap teguran tersebut tidak berhenti sebatas komunikasi, melainkan ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan.

Termasuk memberikan kejelasan mengenai kompensasi yang disebut pernah dijanjikan kepada masyarakat.

Penutupan sementara jalan oleh warga menjadi sinyal bahwa persoalan tersebut telah berkembang menjadi tuntutan publik yang membutuhkan perhatian serius dari pihak perusahaan, pemerintah daerah, DPRD, dan instansi teknis terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, keterangan resmi dari pihak MDA, PLN, DLH Kabupaten Luwu, serta Komisi III DPRD Luwu terkait tuntutan warga Desa Saronda masih diperlukan untuk memastikan duduk persoalan secara utuh dan berimbang.

Masyarakat berharap pemerintah segera turun ke lapangan, mendengar langsung aspirasi warga, serta memastikan aktivitas pekerjaan tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan, kenyamanan, lingkungan, dan hak masyarakat sekitar.

Share :

Baca Juga

Luwu

Aksi Kegiatan Menyampaikan Pendapat di Makasar Berjalan Aman, Tertib dan Kondusif, Polda Sulsel Kedepankan Pengamanan Humanis

Luwu

Seleksi Terbuka JPT Pratama, 14 Pejabat Ikuti Assessment

Luwu

Bupati Luwu Beri Teladan, Antar Anak di HaribPertama Sekolah Dukung Gerakan Ayah Mengantar Anak

Luwu

Bupati Luwu Lepas Jamaah Calon Haji Kloter 42 Embarkasi Makassar

Luwu

Polres Luwu Bersama 10 Polsek Jajaran Sukseskan Gerakan Indonesia ASRI

Luwu

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati Luwu : Saatnya Bekerja untuk Iklim, Dimulai dari Rumah Tangga

Luwu

Bunda PAUD Luwu Dorong Terciptanya Lingkungan Belajar yang Nyaman bagi Anak Usia Dini

Luwu

Wabup Luwu Hadiri Ekspose Manajemen Talenta ASN se-Sulsel